Daurah Syahriyan: Membina Diri, Meneladani Akhlak Nabi

Daurah syahriyan adalah kegiatan bidang keagaamaan SMPI Al-Azhar Cairo Bandung yang bertujuan untuk membentuk pembiasaan baik sebagai salah satu misi pendidikan yang diusung oleh Sekolah Islam Al-Azhar Cairo Bandung, yakni ingin menjadikan siswa didik menjadi insan yang berakhlakul karimah.

Tidak ada teladan terbaik yang patut dicontoh selain teladan Rasulullah SAW, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammmad SAW:

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”.

Oleh karena itu, acara daurah syahriyan diadakan sebagai salah satu cara agar keteladanan Rasulullah SAW senantiasa dijadikan pedoman berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Akhlak adalah sesuatu yang dilakukan secara terus menerus sehingga menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi ciri khas dan identitas yang melekat erat dalam diri masing-masing individu. Ketika masing-masing individu mampu menunjukkan akhlak yang baik secara personalnya, maka dengan sendirinya akan terbentuk komunitas yang kokoh dengan nuansa atau atmosfer rasa yang sama. Karena kita adalah umat Islam, tentu nuansa yang harus dimunculkan adalah ketinggian akhlak Rasulullah SAW yang termaktub dalam sunnah-sunnah mulia.

Daurah syahriyan sendiri adalah cara memperkenalkan sunnah-sunnah Rasul SAW kepada warga Sekolah Islam Al-Azhar Cairo Bandung, khusususnya guru, staf, dan siswa-siswi SMP. Sehingga sedikit demi sedikit sunnah ini menjadi perilaku keseharian yang melekat erat dimanapun dan kapanpun.

Diawali dengan acara bayan hidayah atau penjelasan awal mengenai tujuan kegiatan oleh Ustadz pembimbing, diharapkan mampu memberikan motivasi awal yang baik, sekaligus juga juga membersihkan niat berkegiatan hanya karena Allah SWT semata, sehingga kegiatan yang dirancang selama 1 x 24 jam akan memberikan keberkahan serta rahmat dari-Nya. Selanjutnya, kegiatan ini pada dasarnya terdiri dari beberapa aktivitas utama, yaitu: 1) Taklim wa Taklum, adalah kegiatan kajian untuk mendalami sunnah-sunnah Rasulullah SAW, yang disampaikan oleh ustadz dan ustadzah pembimbing; 2) Dzikr dan Muhasabah, adalah kegiatan mengisi waktu dengan berbagai macam dzikir yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW melalui para ulama. Sekaligus juga diadakan muhasabah, sebagai media untuk pembiasaan mengevaluasi diri; 3) Halaqoh Quran, adalah kegiatan untuk memperbaiki bacaan Quran sehingga diharapkan siswa mempunyai kemampuan untuk membaca Quran dengan tartil; 4) Praktik amal shalih dan pembiasaan diri, adalah kegiatan yang disusun secara sistematis agar siswa terbiasa mengamalkan ilmu dengan amal-amal terbaik yang secara konsisten dilakukan (istiqomah).

Kegiatan daurah syahriyan ini juga dikemas dan dipadukan dengan acara-acara yang bernuansa “fun acitivity” agar tidak membosankan, seperti: ice breaking, fun games, olahraga, dll. Sehingga diharapkan setelah kegiatan ini dilangsukan, warga sekolah termotivasi untuk mengikuti kegiatan-kegiatan keislaman lainnya.

Selain bertujuan untuk pembinaan warga sekolah, daurah syahriyan juga dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar untuk menjemput keberkahan dan rahmat Allah SWT, bahkan inilah yang terpenting. Karena tanpa pertolongan dari Allah SWT, mustahil cita-cita, visi dan misi, serta tujuan sekolah akan tercapai.