Menumbuhkan Semangat Berhaji dan Berqurban Sejak Dini melalui Keteladanan Keluarga Nabiyullah Ibrahim As

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

(QS. Ali Imran: 97)

Mengerjakan Haji merupakan Rukun Islam yang ke-5. Tentunya pengetahuan tentang ibadah Haji menjadi penting dipahami oleh setiap peserta didik, baik secara teori maupun praktik. Alhamdulillah, bertepatan dengan perayaan Idul Adha 1440 H ini, Sekolah Islam Al-Azhar Cairo Bandung menyelenggarakan kegiatan Manasik Haji dan Amaliyah Qurban yang bertema “Bersama kita menapaki keteguhan keluarga nabiyullah Ibrahim As untuk menumbuhkan semangat berhaji dan berqurban sejak dini.”

Kegiatan Manasik Haji dilaksanakan pada hari Jum’at, 09 Agustus 2019 M/08 Dzul Hijjah 1440 H, sedangkan kegiatan Amaliyah Qurban dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Agustus 2019 M/13 Dzul Hijjah 1440 H. Kegiatan ini diselenggarakan di Sekolah Islam Al-Azhar Cairo Bandung dan diikuti oleh seluruh siswa sejumlah 18 siswa, yang terdiri dari 7 siswa SD Islam Al-Azhar Cairo Bandung dan 11 siswa SMP Islam Al-Azhar Cairo Bandung juga staf dan guru.

Siswa-siswi Sekolah Islam Al-Azhar Cairo Bandung bersiap melaksanakan kegiatan Manasik Haji

Pada hari pelaksanaan kegiatan Manasik Haji, siswa tiba di sekolah pukul 06.30 WIB dengan penuh keceriaan, semangat, dan antusias belajar seperti biasanya. Terlebih karena siswa-siswi akan melaksanakan praktik ibadah Haji dengan kondisi yang dibuat serupa dengan aktivitas berhaji di tanah suci. Siswa belajar bagaimana proses ibadah Haji yang baik dan benar, rukun-rukun haji, belajar mengenai amalan-amalan yang baik untuk dikerjakan, serta belajar memahami tempat-tempat bersejarah yang dikunjungi selama ibadah haji. Proses Manasik Haji ini dipandu oleh Ust. Usep Supriatna, Lc., guru Bahasa Arab Sekolah Islam Al-Azhar Cairo Bandung.

Jamaah Manasik Haji berkumpul dan bersiap memulai kegiatan Manasik Haji dengan bersama-sama membaca doa naik kendaraan. Kemudian jamaah membaca talbiyah serta tasbih selama perjalanan menuju kota Madinah Al Munawarah. Dilanjutkan dengan amalan lainnya saat ibadah haji seperti: membaca doa saat memasuki kota Madinah; membersihkan diri, mengenakan kain ihram, dan niat berhaji di Bir Ali; menuju Mina sambil perbanyak berdzikir, bertakbir, dan bertahlil; dan wukuf di Arafah.

Pada saat wukuf di Arafah, siswa diberikan penjelasan bahwa padang Arafah merupakan tempat bertemunya Nabi Adam As dan siti Hawa. Arafah artinya “Saling mengetahui/Saling mengenal”. Di padang Arafah ini, para jamaah haji dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, berdzikir, bersyahadat, serta bermuhasabah diri. Sambil melakukan amalan-amalan tersebut di padang Arafah, sebagian jamaah mulai berjalan menuju Muzdalifah untuk bermalam dan mencari kerikil, diikuti oleh jamaah lainnya. Setiap jamaah mengambil 7 kerikil untuk melontar Jumrah Aqabah di lembah Muhassir. Dilanjutkan dengan melakukan Tahallul.

Saat jamaah berkumpul di lembah Muhassir, siswa diceritakan mengenai sejarah bahwa dahulu kala nabi Ibrahim As digoda oleh syaitan untuk tidak menyembelih nabi Ismail As. Kemudian setiap jamaah mulai melontar Jumrah Aqabah sebanyak 7 kali lontaran sambil membaca “Bismillaahi Allaahu Akbar!”. Pada saat melontar Jumrah, siswa diterangkan bahwa dalam kegiatan Manasik Haji ini, setiap batu yang dilempar kita niatkan untuk melempar kemalasan kita, melempar setiap sifat-sifat buruk kita. Dengan begitu, harapannya seluruh siswa Sekolah Islam Al-Azhar Cairo Bandung dapat menjadikan kegiatan Manasik Haji ini bukan hanya sebagai simulasi ibadah Haji saja, tetapi juga dapat dihayati sebagai pengingat dan upaya kita untuk terus memperbaiki diri agar hari ini selalu lebih baik dari hari kemarin.

Aktivitas Sa’i (Berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali)

Selesai Tahallul, jamaah dipandu untuk membaca doa agar bisa pergi ke kota Makkah. Hal ini menjadi salah satu bentuk penanaman semangat berhaji sejak dini kepada siswa. Amalan-amalan berikutnya yang dilakukan yaitu: membaca talbiyah hingga tiba di kota Makkah Al Mukarramah; membaca doa masuk Masjidil Haram sambil melangkahkan kaki kanan; membaca doa melihat Ka’bah; Thawaf Ifadah; Sa’i, yaitu berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali; dan ditutup dengan meminum air Zam-zam yang tersedia di dekat Ka’bah.

Saat Thawaf Ifadah, seluruh jamaah berbaris di garis rukun Hajar Aswad. Kemudian bersama-sama melambaikan tangan kanannya ke arah Hajar Aswad sambil mengucapkan “Bismillaahi Allaahu Akbar” dan berjalan mengelilingi Ka’bah berlawanan arah jarum jam sebanyak 7 kali putaran. Diakhiri dengan membaca doa selesai Thawaf di belakang Maqam Ibrahim. Seluruh siswa mengikuti rangkaian kegiatan Manasik Haji dengan sangat antusias. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 07.30 – 09.00 WIB.

Pada perayaan Idul Adha 1440 H ini, selain kegiatan Manasik Haji, Sekolah Islam Al-Azhar Cairo Bandung juga mengadakan kegiatan Amaliyah Qurban. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan semangat berqurban sejak dini kepada seluruh siswa baik siswa SD maupun SMP Islam Al-Azhar Cairo Bandung.

Dalam rangka memeriahkan pelaksanaan kegiatan Amaliyah Qurban ini, siswa-siswi SD dan SMP Islam Al-Azhar Cairo Bandung juga menunjukkan performance yang berkaitan dengan perayaan Idul Adha sebelum melaksanakan Amaliyah Qurban.

Jumlah hewan qurban tahun ini terdiri dari 1 ekor kambing dan 1 ekor sapi, yang terdiri dari 1 ekor kambing atas nama Muhammad Darryl Alghanniy dan 1 ekor sapi atas nama direksi Yayasan Amanatul Qur’an Dauly. Daging Qurban yang terkumpul sebanyak 341 paket dan didistribusikan kepada: Mudhahhi; Orang tua/wali murid; Guru & staf sekolah dan madrasah sekitar; Panitia penyembelihan hewan Qurban; dan juga warga setempat.

Adapun rincian berat bersih daging qurban adalah sebagai berikut: Daging Kambing sebanyak  8,5 kg (21 paket) & daging Sapi sebanyak 147,25 kg (320 paket). Hewan Qurban yang terkumpul merupakan partisipasi dan inisiatif dari siswa, orang tua/wali murid, serta yayasan Amanatul Qur’an Dauly selaku yayasan yang menaungi Sekolah Islam Al-Azhar Cairo Bandung.