MAMPUKAH KITA SERENTAK BERGERAK UNTUK WUJUDKAN MERDEKA BELAJAR?

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Dengan pendidikan, manusia mampu mengangkat derajatnya, memperbaiki kehidupannya, dan menata masa depannya. “Pendidikan merupakan upaya untuk menuntun kekuatan kodrat pada diri setiap anak agar mereka mampu tumbuh dan berkembang sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat yang bisa mencapai keselamatan dan kebahagiaan dalam hidup mereka”. Itulah salah satu definisi pendidikan yang langsung dikemukakan oleh tokoh pendidikan kita Ki Hajar Dewantara.

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih kita kenal sebagai Ki Hajar Dewantara adalah salah satu aktivis penggerak kemerdekaan Indonesia terutama dalam bidang pendidikan. Ia adalah pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

Ajarannya yang paling terkenal yakni, “Ing madya mangun karsa” (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), “Ing ngarsa sungtulada” (di depan memberi teladan) dan “Tut wuri handayani” (di belakang memberi dorongan) yang mana itu akan selalu menjadi dasar pendidikan di Indonesia. Namun di masa sekarang, pendidikan di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Anak-anak dipaksa untuk belajar di rumah sejak awal tahun 2020 karena dampak dari pandemi Covid-19 yang juga belum juga berakhir. Keterbatasan akses internet di beberapa daerah membuat pendidikan yang harusnya bisa dilakukan di rumah tersebut jadi tidak optimal.

Untuk tenaga pengajar, pandemi menjadi tantangan tersendiri dalam mengembangkan kreativitas terhadap penggunaan teknologi. Jadi bukan hanya transmisi pengetahuan seperti yang biasa dilaksanakan secara langsung di kelas saja, tetapi juga harus memastikan bagaimana pembelajaran itu tetap tersampaikan dengan baik meskipun dilakukan secara daring. Sudah seharusnya tantangan ini menjadi kesempatan bagi semua, baik itu pelajar, pengajar, maupun orang tua tentang bagaimana menggunakan teknologi yang dapat membantu dan membawa pelajar menjadi lebih kompeten di abad ke-21 ini. Tentunya hal ini membutuhkan komitmen dan kolaborasi yang kuat antar pelajar, pengajar, dan orang tua agar tujuan pendidikan tersebut bisa tercapai dengan baik.

Pandemi bukanlah penghalang bagi kita untuk tetap berkarya dan berkembang. Kita perlu memahami bahwa pandemi bukanlah satu-satunya tantangan yang kita hadapi. Masih membentang sederet tantangan yang akan dan harus kita lalui bersama. Apalagi di hari Pendidikan Nasional 2021 ini, dimana kita semua harus serentak bergerak wujudkan merdeka belajar. Masalahnya, mampukah kita?

Mari sama-sama kita lalui segala tantangan ini dengan semangat dan inovasi baru. Kita semangat dalam mewujudkan merdeka belajar dan berinovasi untuk mencapai tujuan tersebut. Kita hadapi semua tantangan ini dengan kompak agar bisa mencapai tujuan yang diinginkan bersama.