Sekolah Islam Al-Azhar Cairo VS Covid-19

Pandemi Covid-19 menyebabkan aktivitas belajar harus dilakukan secara jarak jauh atau disebut dengan istilah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Siswa tidak datang ke sekolah namun tetap belajar secara online, karena dikhawatirkan akan menjadi cluster baru penyebaran virus Covid-19.

Bagaimana proses pembelajaran online berlangsung di Sekolah Islam Al-Azhar Cairo? Perlu disampaikan sebelumnya, pembelajaran online sebetulnya bukanlah hal yang baru untuk civitas akademika Sekolah Islam Al-Azhar Cairo, terutama untuk tingkat SMP. Karena pada proses kegiatan belajar mengajar sebelum pandemi Covid-19 terjadi pun, pembelajaran online telah dilakukan. Pembelajaran online yang dilakukan berbasis teknologi, iPad Education.

iPad Education memungkinkan siswa melakukan proses pembelajaran melalui aplikasi iTunes U, yang menjadi salah satu fasilitas pembelajaran online pada iPad. Proses pembelajaran yang dilakukan guru pada aplikasi tersebut dapat diakses oleh siswa, mulai dari materi yang dapat diunduh kapan saja, mengelola tugas siswa, dan berinteraksi secara individual dengan siswa yang tentunya berkaitan dengan pembelajaran.

Dengan iPad Education, siswa tidak lagi membutuhkan tambahan device, karena iPad yang siswa miliki sudah mencakup semua kebutuhan dalam proses pembelajaran, termasuk melakukan pertemuan online melalui aplikasi edukatif yang tersedia agar atmosfer pembelajaran tetap terasa seperti dalam kelas dan lebih menyenangkan. Siswa juga dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru tanpa harus menggunakan kertas (paperless).

Semua proses tersebut dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun selama ada akses internet baik siswa maupun guru. Guru dapat bertatap muka menjelaskan pada siswa dengan berbagai persoalan, meski tidak di dalam ruang kelas. Ruang kelas menjadi tidak hanya sebatas ruang, sehingga siswa bisa memperluas cakrawala pandang siswa tentang berbagai hal.

Guru-guru di Sekolah Islam Al-Azhar Cairo telah mempersiapkan dan mengirimkan agenda pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh siswa maksimal sehari sebelum pembelajaran. Agenda ini termasuk di dalamnya adalah rencana proses pembelajaran serta penugasan jika diperlukan. Mengapa informasi mengenai agenda ini disampaikan sehari sebelumnya? Karena dengan ini, harapannya siswa dapat mengatur waktu dan mempersiapkan diri, sehingga semua aktivitas dapat terlaksana dengan baik.

Kegiatan yang dilaksanakan di rumah tidak hanya bersifat akademik, karena semua pembiasaan baik yang telah rutin dilakukan di sekolah juga harus terus dibiasakan. Pembiasaan baik tersebut diantaranya adalah: shalat Dhuha, tilawah Al-Qur’an, shadaqah, shalat Tahajud, dan shaum sunnah.

Lalu dimana kegiatan tahfidznya? Di Sekolah Islam Al-Azhar Cairo, tahfidz Qur’an masuk ke dalam struktur kurikulum, bukan hanya kegiatan sampingan. Jadi jadwal untuk ziyadah (penambahan hafalan) dengan metode talaqqi, serta muraja’ah sudah dimasukkan ke dalam agenda pembelajaran harian. Ini adalah salah satu cara agar target hafalan siswa bisa tercapai, insya Allah. Untuk mempermudah siswa, aplikasi Quran pun telah ter-install dalam iPad masing-masing agar interaksi siswa dengan Quran pun terus terjaga.

Pandemi Covid-19 memang tidak bisa dielakkan, namun kita dapat mengalah dengan keadaan sebaliknya. Kondisi ini harus dijadikan batu loncatan untuk mempersiapkan era baru dalam proses pembelajaran, dan Sekolah Islam Al-Azhar Cairo telah selangkah lebih depan menyongsong era tersebut.